Indahnya Hidup Menyatu dengan Alam
Sabtu, 13 Juni 2015
Analisis SWOT Percintaan
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu berjalan mengikuti waktu. Ada sebagian orang mengikuti waktu dengan cita-cita dan kerja keras dan ada pula manusia mengikuti waktu tanpak cita-cita. Segala sesuatu dan kondisi dapat dibaca secara ilmiah dan rasional. Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak pernah terpuaskan, maka butuh strategi kehidupan. Termasuk dalam urusan percintaan. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam bidang ilmu ekonomi dijatakan bahwa kepuasan seseorang dapat diukur dengan menggunakan grafik keseimbangan. Namun... kali ini saya tidak membahas mengenai ilmu ekonomi dalam kehidupan, tetapi saya akan sedikit mengulas masalah "strategi" yang lebih spesifikasinya lagi strategi percintaan. Dalam dunia bisnis strategi sangat diperlukan. Karena dengan menggunakan strategi yang pas maka akan menghasilkan produksi maksimal sehingga kepuasaan akan terpenuhi. Untuk menghasilkan kepuasan tersebut maka diperlukannya suatu analisis. Salah satu strategi yang sering digunakan dalam dunia bisnis yaitu analisis swot. Analisis ini digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan saingan serta mampu memprediksi pluang dan ancaman yang akan menimpah bisnis yang sedang digarap.
Analisis swot sebenarnya tidak hanya digunakan dlm dunia bisnis, namun jika dikaji lebih dalam secara rasional, dalam hubungan percintaan juga bisa diterapkan. Yaitu dengan cara melihat kekurangan dan kelebihan yang ada pada pasangan masing-masing. Mengapa demikian? Dengan menganalisis pasangan, kita mampu membaca pluang dan ancaman yang akan kita hadapi. Jika pasangan kita mempunyai kelebihan yang unggul dibandingkan kekurangannya, bisa dipastikan pluang hidup nyaman akan tercipta. Namun jika selama menjalin hubungan dengan pasangan terlihat jelas kekurangan yang lebih menonjol, bisa dipastikan pluang hidup nyaman susah berkembang, bahkan keseriusan bisa menjadi ancaman serius bagi diri kita. Maka dari itu perkataan nenek moyang ada benarnya. Karena untuk memilih pasangan hidup harus melihat bibit, bobotnya. Dalam menghitung analisis swot dgunakan bobot-bobot. Semakin tinggi bobot yang dihasilkan maka semakin tinggi kesuksesan yang diraih. Begitu halnya dalam memilih pasangan hidup melalui analisis swot percintaan.
Dalam blog ini... saya tidak mengajari mengenai bisnis percintaan, namun strategi bisnis bisa kita gunakan juga untuk memilih pasangan hidup. Namun jika anda tidak yakin dengan metode seperti ini juga tidak apa-apa, tulisan ini hanya mengulas sedikit mengenaiilmu strategi bisnis yang dikaitkan dengan percintaan. Masih banyak strategi-strategi lain untuk mendapatkan pasangan hidup yang bahagia. Misalnya dengan strategi "trush" atau kepercayaan dan masih banyak strategi-strategi lainnya.
Analisis swot sebenarnya tidak hanya digunakan dlm dunia bisnis, namun jika dikaji lebih dalam secara rasional, dalam hubungan percintaan juga bisa diterapkan. Yaitu dengan cara melihat kekurangan dan kelebihan yang ada pada pasangan masing-masing. Mengapa demikian? Dengan menganalisis pasangan, kita mampu membaca pluang dan ancaman yang akan kita hadapi. Jika pasangan kita mempunyai kelebihan yang unggul dibandingkan kekurangannya, bisa dipastikan pluang hidup nyaman akan tercipta. Namun jika selama menjalin hubungan dengan pasangan terlihat jelas kekurangan yang lebih menonjol, bisa dipastikan pluang hidup nyaman susah berkembang, bahkan keseriusan bisa menjadi ancaman serius bagi diri kita. Maka dari itu perkataan nenek moyang ada benarnya. Karena untuk memilih pasangan hidup harus melihat bibit, bobotnya. Dalam menghitung analisis swot dgunakan bobot-bobot. Semakin tinggi bobot yang dihasilkan maka semakin tinggi kesuksesan yang diraih. Begitu halnya dalam memilih pasangan hidup melalui analisis swot percintaan.
Dalam blog ini... saya tidak mengajari mengenai bisnis percintaan, namun strategi bisnis bisa kita gunakan juga untuk memilih pasangan hidup. Namun jika anda tidak yakin dengan metode seperti ini juga tidak apa-apa, tulisan ini hanya mengulas sedikit mengenaiilmu strategi bisnis yang dikaitkan dengan percintaan. Masih banyak strategi-strategi lain untuk mendapatkan pasangan hidup yang bahagia. Misalnya dengan strategi "trush" atau kepercayaan dan masih banyak strategi-strategi lainnya.
Jumat, 05 Juni 2015
Aku Bukan Sebuah Gulma
Ditengah kesibukanku, aku mencoba untuk tetap bersyukur. kadang perasaan itu datang tiba-tiba, entah mengapa bayangan seseorang selalu terbawa dalam setiap langkahku. Aku bahkan tidak mengerti dengan diri dan perasaanku. Aku selalu mengadu kepada sang maha pencipta rasa bahwa aku tak kuat menguji hatiku lagi dengan perasaan yang akan membuatku rapuh. sungguh ini perasaan yang luarbiasa menganggu kesibukanku. Kita bertemu tanpak sengaja, tingginya gunung jaran susang dan hamparan luas pepohonan serta tiupan angin sepoi sepoi menjadi saksi bisu pertemuan kita. entah mengapa kau terlihat sangat mengagumkan saat itu, diammu membawa pesona alami yang membuatku terpikat. spontan aku menegurmu dengan suasana yang biasa saja tanpa dosa. bahkan aku terkejut saat melihatmu rupa seorang pria gagah yang pernah tersirat punah menghampiri sela-sela kekosongan hatiku. tetapi aku salah... itu bukan dia, tetapi orang lain. entah mengapa aku terdiam sejenak memastikan bahwa pria itu bukanlah dia. aku segera mengalihkan pandanganku dan berbicara padanya basa-basi. kala itu perpulangan dari pendakian gunung jaran susang, aku memang turun jauh lebih lambat dibandingkannya yang sudah terbiasa mendaki. pandanganku saat itu fokus kepada getaran kakinya yang sedikit bergetar dan perlahan-lahan seakan dia ingin terjatuh saja. aku menyapanya dengan pelan, bukan karena inginku mendekatinya... tetapi, hanya sebuah percakapan biasa layaknya teman lainnya. hingga akhirnya aku mengajaknya istirahat sambil menunggu yang lainnya yang masih jauh tertinggal. ketika itu kita mulai terlihat akrab namun tidak banyak berbincang. cuek... dan sok cool, ya... dia memang bawaannya seperti itu.
seiring berjalannya waktu kisah kami bermula dari pendakian gunung jaran susang. sapan dan rayuan elalui media sosial sudah menjadi hal biasa. kamipun tak mengira bahwa lokasi kerjaku dengan usahanya berada dikecamatan yang sama. sepertinya Allah sudah mengatur perjalanan kami dengan teliti. kedekatan mulai terlihat. bahkan rayuan dan kegombalan mengalir mesra membuatku merasa indah dalam setiap hariku. kau membawa warna, entah dulunya mungkin hanya ada warna putih dan hitam, dan hadirmu mengubah dua warna itu menjadi pelangi cantik yang berbinar disetiap anganku.
seiring berjalannya waktu kisah kami bermula dari pendakian gunung jaran susang. sapan dan rayuan elalui media sosial sudah menjadi hal biasa. kamipun tak mengira bahwa lokasi kerjaku dengan usahanya berada dikecamatan yang sama. sepertinya Allah sudah mengatur perjalanan kami dengan teliti. kedekatan mulai terlihat. bahkan rayuan dan kegombalan mengalir mesra membuatku merasa indah dalam setiap hariku. kau membawa warna, entah dulunya mungkin hanya ada warna putih dan hitam, dan hadirmu mengubah dua warna itu menjadi pelangi cantik yang berbinar disetiap anganku.
Senin, 09 Maret 2015
GILI KALONG POTO TANO SUMBAWA bersama ADVENTUROUS SUMBAWA
Hi guys... maaf ya.. baru nyapa kalian lagi.... kemaren sempat sibuk banget, ada hal yang harus diselsaikan... jadi nulisnya ditunda hingga saat ini aku baru bisa nulis lagi dan kangen banget pengen ngeshare pengalaman ngetripku lagi.
Oke... kita mulai dari dua minggu yang lalu ya. minggu lalu, aku dan kawan-kawan Adventurous Sumbawa berjalan mengitari sumbawa lagi... tapi kali ini kami tidak mendaki gunung, menjajaki air terjun lagi. tapi... kami menyebrangi lautan indah menuju saujana menarik khas pasir putih.
GILI KALONG.
gili kalong ini bertempat di poto tano, pintu masuknya pulau sumbawa atau biasa disebut dengan "lawang desa". kabarnya sih gili ini masih menjadi perdebatan lokasi, entah bertepat di kab. sumbawa atau kab. sumbawa barat... tapi... kita gak perlu memperebatkannya secara detail ya, yang penting gili kalong berada dipulau sumbawa. pagi itu aku dan kawan-kawan Adventurous Sumbawa berkumpul dilapangan pahlawan menyiapkan diri menuju poto tano.
![]() |
| Menunggu waktu keberangkatan dilapangan pahlawan |
![]() |
| mengisi BBM sambil menunggu teman yang ketinggalan ditempat pom binsin |
![]() |
| Berdo'a dulu sebelum berangkat adalah hal yang rutin dilakukan sebelum ngetrip |
perjalan kami dari pusat kota sumbawa hingga poto tano memakan waktu hampir dua jam lamanya. dengan mengendarai sepeda motor kami terus berjalan santai beriringan. Setibanya ditano, kami berhenti sejenak untuk membeli nasi. Bekal itu penting sekal loeh... soalnya, disana tidak ada penjual atau orang dagang, jadi kami harus membawa bekal seadanya.
menuju gili kalong memang tidak jauh, tetapi harus carter perahu seharga 400.000 dengan maksimal 14 orang penumpang. selama perjalanan mata kami disuguhin dengan warna khas biru lautan dan langit yang diiringi oleh beberapa gili-gili kecil berdampingan. saat itu cuaca sangat bersahabat... jadi perjalanan kami tidak sedikitpun menegangkan. kebiasaan selfie dan groufie tidak luput kami lakukan meski saat itu kami berada diatas perahu. seorang capten perahu yang baik hatinya menyodorkan tangannya untuk memotret kami agar menjadi bukti bahwa kami pernah menduduki bangku perahu kayu itu. suasana senang terpancar jelas dari raut wajah teman-teman Adventurous Sumbawa.... gak percaya? ni buktinya....
![]() |
| kegembiraan ditengah ayunan perahu menuju gili kalong |
sekitar 25 menit kami terombang ambing dilautan, akhirnya kami tiba dilokasi... panorama indah yang menakjubkan. mungkin photo bisa menipu, tetapi mata tidak bisa.... sungguh keren luar biasa, gili yang berada ditengah-tengah yang dikelilingi oleh bukit dan gunung... serasa menarikku untuk tidur bersamanya. wawww.... cuman kata itu yang bisa membuatku tercengak. mencoba menghirup nafas panjang.... pasir putih itu sudah biasa, air jernih itu sering sekali dijumpai... tapi... yang membuat gili ini berbeda dengan gili lainnya yaitu karang kecil yang sudah mati berserakan dipinggir pantai. mungkin itu ya daya pikat gili ini.
![]() |
| duduk diatas ribuan karang mati sambil menikmati indahnya lautan |
![]() |
| ahlam si petualang cilik Adventurous Sumbawa |
Minggu, 22 Februari 2015
Cinta sederhana... terkadang jatuh cinta itu sulit dipahami... dengan siapa? Siapakah dia? Mampukah iya mencintaiku? Lalu... bagaimana jika iya mencintaiku? Dan akhirnya aku tersakiti? Pertanyaan itu selalu menghantuiku.... membuatku takut untuk mengilang kesalahan yang sama. Rasa tromapun menghampiriku... kata pacaran itu membuatku semakin tersakiti... bahkan jika salah seorang kerabat dekatku bertanya "mana pacarmu" jawabanku tidak semudah mengungkapkan kata " tidak punya" perlu pemikiran yang panjang... dan harusku ceritakan kronologisnya hinggaku merasa selalu sendiri... tidak lama memang mengaku "jomblo" tetapi.... mulut boleh berbohong... tapi mata selalu berbinar mengatakan kejujuran. Bukan katenaku tidak mempunyai pasangan... hanya saja aku takut tersakiti kembali. Sejak itu akupun takut dengan getaran cinta dan panah asmara... dan boleh dikatakan... aku takut jatuh cinta, hinggaku bersihkukuh untuk tidak berpacaran.
Airy..." sapaku kepada teman sambil berjabat tangan.
dela..." sahutnya memperkenalkan dirinya. Kala itu... aku menyibukkan diri dengan kegiatan-krgiatan yang sok sibuk. Kadangku hadiri rapat ibu-ibu PKK bersama ibuku... kadang pula ikut melakukan survei bersama ayahku... bahkan aku menghabiskan waktu bersama kakak sepupuku berjualan baju ditengah teriknya kota sumbawa. Ya... sumbawa, pulau kecil yang berada didaerah nusa tenggara barat. Mungkin.. begitu kecil dibandingkan pulau pulau yg ada didunia... tapi, mengenangkan seribu kisah cinta yang bakalan tetjadi setiap waktunya. Bahkan... tidak sanggup dengan seribu penulis untuk mentransfer tulisan indah mengenai sumbawa.
Sore itu... aku hendak pulang bersama Ayahku dari pusat kota. Aku tinggal di plampang. Sebuah kecamatan kecil nan indah, yang melukiskan 1lseribu kennagan manis tak terjamah siapapun dan hanya aku dan alamku yang tahu.... betapa mempesona ceritaku. Dalam perjalanan aku mencoba memotret kayu indah... terik matahari seakan tersipu malu kepadaku... kuning keemasan mengisyatkanku bahwa hari sudah mulai menjelang petang. Dentah mengapa... dimusim kemarau dlm perjalanan begitu gersang... dedaunan seakan mati kehausan... tapi mataku selalu menatapnya indah... bahkan ada satu moment yang membuatku terkesima... itu dia... satu pohon yang berdaun ranting tanpak bunga, pucuk dan daun satupun. Ku ambil photo dengan hati2 kemudian kupaskan posisi sunset ditengah pohon infaj itu. Terlukis laksana sang photografer yang sdh mampu mengemban SLR entah itu merk terpopuler saat ini.
Airy..." sapaku kepada teman sambil berjabat tangan.
dela..." sahutnya memperkenalkan dirinya. Kala itu... aku menyibukkan diri dengan kegiatan-krgiatan yang sok sibuk. Kadangku hadiri rapat ibu-ibu PKK bersama ibuku... kadang pula ikut melakukan survei bersama ayahku... bahkan aku menghabiskan waktu bersama kakak sepupuku berjualan baju ditengah teriknya kota sumbawa. Ya... sumbawa, pulau kecil yang berada didaerah nusa tenggara barat. Mungkin.. begitu kecil dibandingkan pulau pulau yg ada didunia... tapi, mengenangkan seribu kisah cinta yang bakalan tetjadi setiap waktunya. Bahkan... tidak sanggup dengan seribu penulis untuk mentransfer tulisan indah mengenai sumbawa.
Sore itu... aku hendak pulang bersama Ayahku dari pusat kota. Aku tinggal di plampang. Sebuah kecamatan kecil nan indah, yang melukiskan 1lseribu kennagan manis tak terjamah siapapun dan hanya aku dan alamku yang tahu.... betapa mempesona ceritaku. Dalam perjalanan aku mencoba memotret kayu indah... terik matahari seakan tersipu malu kepadaku... kuning keemasan mengisyatkanku bahwa hari sudah mulai menjelang petang. Dentah mengapa... dimusim kemarau dlm perjalanan begitu gersang... dedaunan seakan mati kehausan... tapi mataku selalu menatapnya indah... bahkan ada satu moment yang membuatku terkesima... itu dia... satu pohon yang berdaun ranting tanpak bunga, pucuk dan daun satupun. Ku ambil photo dengan hati2 kemudian kupaskan posisi sunset ditengah pohon infaj itu. Terlukis laksana sang photografer yang sdh mampu mengemban SLR entah itu merk terpopuler saat ini.
Sabtu, 24 Januari 2015
Dua keistimewaan yang hadir untuk aku harus memilih. Perjalanan bersama Adventurous Sumbawa menuju percikan indah alam Kabupaten Sumbawa Barat ataukah hadir dalam perkawinan sahabatku. Memang... pilihan org akan jatuh kepada pilihan kedua. Berfikir bahwa ngtrip bersama AS bisa lain waktu, sedangkan pernikahan sahabatku hanya akan tercipta sekali seumur hidup. Persoalan yang harusku pilih menjadikan hidupku serasa dilema, akankahku memilih mencari keindahan sumbaw ataukahku menyebrangi pulau untukku temui sahabat kuliahku dulu?
Rayuan dan ajakan dari teman-teman AS membuatku tergiur. Songsongan kata "kita bakalan makan lobster ditaliwang loeh" itu yg membuat akal sehatku berfikir dua kali untuk menolak ajakan tersebut. Namun tidak secepat itu aku harus mengambil keputusan. Hati kecilku selalu berbicara, apa iyakah aku memilih lobster demi tak menghadiri pernikahan sahabatku?.
Ini bukan karena lobster, tapi ini karena dia... dia sahabatku. Lelaki yang dekat bersamaku saat ini. Entah mengapa rasanya aku tak rela iya berjalan dengan yg lain. Aku tau ini cemburu, tapi aku tak ingin kecemburuanku menjadi pisau yg mencabik-cabik hatiku nantinya. Kami bersahabat... bahkan jauh lebih dekat dari sahabat. Hingga detik ini kami dekat, perhatiannya yang luar biasa membuat aku seakan mengaguminya. Sederhana, tapi dewasa. Namun sayang... dy lebih menyayangi kekasihnya nan jauh disana. Aku tau diriku bahkan menjadi sosok penyemangatnya. Hanya karena dia butuh perhatian. Tapi aku yakin... kedekatan kami tidak akan membuat kesalahan yang fatal. Kami berdua hanya insan yang penuh kesalahan, keberadaan dia saat ini bukan untukku cintai, tapi untuk penyemangatku dalam setiap trip yang ku lalui bersama AS, dia yg selalu akan menjadi warna dalam setiap detik langkahku. Karena aku dan dia sahabat. Sayangnya... perjalanan menuju KSB kali ini
Rayuan dan ajakan dari teman-teman AS membuatku tergiur. Songsongan kata "kita bakalan makan lobster ditaliwang loeh" itu yg membuat akal sehatku berfikir dua kali untuk menolak ajakan tersebut. Namun tidak secepat itu aku harus mengambil keputusan. Hati kecilku selalu berbicara, apa iyakah aku memilih lobster demi tak menghadiri pernikahan sahabatku?.
Ini bukan karena lobster, tapi ini karena dia... dia sahabatku. Lelaki yang dekat bersamaku saat ini. Entah mengapa rasanya aku tak rela iya berjalan dengan yg lain. Aku tau ini cemburu, tapi aku tak ingin kecemburuanku menjadi pisau yg mencabik-cabik hatiku nantinya. Kami bersahabat... bahkan jauh lebih dekat dari sahabat. Hingga detik ini kami dekat, perhatiannya yang luar biasa membuat aku seakan mengaguminya. Sederhana, tapi dewasa. Namun sayang... dy lebih menyayangi kekasihnya nan jauh disana. Aku tau diriku bahkan menjadi sosok penyemangatnya. Hanya karena dia butuh perhatian. Tapi aku yakin... kedekatan kami tidak akan membuat kesalahan yang fatal. Kami berdua hanya insan yang penuh kesalahan, keberadaan dia saat ini bukan untukku cintai, tapi untuk penyemangatku dalam setiap trip yang ku lalui bersama AS, dia yg selalu akan menjadi warna dalam setiap detik langkahku. Karena aku dan dia sahabat. Sayangnya... perjalanan menuju KSB kali ini
Minggu, 18 Januari 2015
Kejutan Terindah dari Tuhan
Adzan pagi menyapaku merdu... rasanya indah sekali... ku titipkan segudang rinduku untuk memujamu sang kekasih... ku bersimpuh penuh harapan... namun aku hanya bisa trsadar bahwa takbisaku memohon ampun. Syukurku slaluku puja setiap saat... meski tak bisaku bersujud dalam waktu yg lama. Pagi itu... indah sekali, ku buka tirai jendela... danku mulai mendorong pelan kaca jendela... bau khas tanah menyejukkan hati. Inilah nikmat yg selaluku syukuri setiap waktu (benakku).
Matahari mulai menyinari hidupku... namun kasur seakan mengajakku kembali menyapanya... tapi takku hiraukan, ku baca sedikit kutipan kata2 di handphoneq... ku mencoba bergelut dengan dunia maya... dan waktukupun terlewatkan... disela senyum tawaku mengupdate status tiba-tiba mataku trtuju pada sapu biru disudut pintu, hinggaku dekati dia... danku ajak iya bermain menuju sela2 kamarku. Hingga kamarku trtata rapi.
Kala itu... aq trlihat malas, meski sekelilingku trlihat rapi.. namun aku tak bisa merasa diriku rapi... kekosongan dihari minggu membuatku tak ingin memanjakan driku sendiri, laluku coba mengambil beberapa botol nekas depan kamarku... dan ku buat kreasi seni untuk anak kecil samping kamarku. Danku otak atik menjadi sebuah celengan. Dia begitu senang ketikaku memberikannya kejutan, begitu pula denganku. Aku merasa bahagia...
Pagi menjelang siang... sekitar pukul 11 pagi, aku merasa... hari libur itu sangat menjengkelkan... semuanya tidak trhitung waktu, seakan waktuku sia sia... hingga akhirnya... ku coba mengambil koran bekas yg pernah dbawa oleh salah seorg temanku... danku ubah menjadi bentuk hati kecil... kudianku rangkai danku masukkan ke dalam gelas... sungguh terlihat sangat menarik. Namunku berfikir... akanku berikan kepada siapa kreasi ini?? Ku coba menerka nerka... namun tak kunjung sampai kepada siapa akanku beri. Handphoneku melirikku... seakan dy ingin menggodaku lagi untik slalu mengenggamnya, dan akhirnya... ku coba meliriknya... dan mencoba untuk mengirim messenger kepda seorg kawanku..
"BT ni..." ungkapanku padanya,
"Bt kenapa?" Dia membalas
"Ya BT aja... seharian gak keluar-keluar" gumamku
Hingga akhirnya perbincangan kamipun bergulir panjang.
Tiba-tiba saja butiran air hujan menyapa, sahutan guntur mengelegar... ingin rasanya ku mandi membasahi guyuran hujan ditubuhku... namun tak ada temanku untuk mandi, adik adik samping kamarku mendekatiku... kamipun berkmpul dikamarku... sembari membuat manik manik lucu dari barang bekas... tiba-tiba terdengar suara honda besar berhenti didepan kamarku. Aku mengenal suara motor itu... aku rasa itu dia... dia yg mengirimiku messengger tadi. Kucoba menghadap ke pintu... akupun terkejut... melihatnya sepontan... dia berdiri diam didepan kamarku, lengkap dengan jas hujan ditubuhnya... sambil membuka helemnya dia berusaha mengajakku.....
"Ayo... mandi hujan"
aku tiba tiba terkesima' dan diam seketika... kemudian ku lari ke dalam dapur menuju kamar mandi... ku raup karnaku malu... sebab aku merasa diriku malu terlihat sangat jelek didepannya, tanpak alas muka n bedak dipipiku. Akhirnya... ku pilih baju yg pas untukku kenakan mandi hujan... yg sedikit longgar dan tertutup. Adik-adikku menjaga kamarku... dan akupun melangkah keluar dengan senang.... tetesan hujan menyapaku danku bentangkan muka ke awan... ku sempatkan ucapan dalam hati... tuhan... ini sangat romantis... trimakasih sudah mengirimkan kejutan indah saat ini sahutku. Ku ambil helm dan kuletakkan ke atas kepalaku. Kamipun berangkat dengan motor beat putih cantik milikku. Kami menuju kolam renang dekat
Matahari mulai menyinari hidupku... namun kasur seakan mengajakku kembali menyapanya... tapi takku hiraukan, ku baca sedikit kutipan kata2 di handphoneq... ku mencoba bergelut dengan dunia maya... dan waktukupun terlewatkan... disela senyum tawaku mengupdate status tiba-tiba mataku trtuju pada sapu biru disudut pintu, hinggaku dekati dia... danku ajak iya bermain menuju sela2 kamarku. Hingga kamarku trtata rapi.
Kala itu... aq trlihat malas, meski sekelilingku trlihat rapi.. namun aku tak bisa merasa diriku rapi... kekosongan dihari minggu membuatku tak ingin memanjakan driku sendiri, laluku coba mengambil beberapa botol nekas depan kamarku... dan ku buat kreasi seni untuk anak kecil samping kamarku. Danku otak atik menjadi sebuah celengan. Dia begitu senang ketikaku memberikannya kejutan, begitu pula denganku. Aku merasa bahagia...
Pagi menjelang siang... sekitar pukul 11 pagi, aku merasa... hari libur itu sangat menjengkelkan... semuanya tidak trhitung waktu, seakan waktuku sia sia... hingga akhirnya... ku coba mengambil koran bekas yg pernah dbawa oleh salah seorg temanku... danku ubah menjadi bentuk hati kecil... kudianku rangkai danku masukkan ke dalam gelas... sungguh terlihat sangat menarik. Namunku berfikir... akanku berikan kepada siapa kreasi ini?? Ku coba menerka nerka... namun tak kunjung sampai kepada siapa akanku beri. Handphoneku melirikku... seakan dy ingin menggodaku lagi untik slalu mengenggamnya, dan akhirnya... ku coba meliriknya... dan mencoba untuk mengirim messenger kepda seorg kawanku..
"BT ni..." ungkapanku padanya,
"Bt kenapa?" Dia membalas
"Ya BT aja... seharian gak keluar-keluar" gumamku
Hingga akhirnya perbincangan kamipun bergulir panjang.
Tiba-tiba saja butiran air hujan menyapa, sahutan guntur mengelegar... ingin rasanya ku mandi membasahi guyuran hujan ditubuhku... namun tak ada temanku untuk mandi, adik adik samping kamarku mendekatiku... kamipun berkmpul dikamarku... sembari membuat manik manik lucu dari barang bekas... tiba-tiba terdengar suara honda besar berhenti didepan kamarku. Aku mengenal suara motor itu... aku rasa itu dia... dia yg mengirimiku messengger tadi. Kucoba menghadap ke pintu... akupun terkejut... melihatnya sepontan... dia berdiri diam didepan kamarku, lengkap dengan jas hujan ditubuhnya... sambil membuka helemnya dia berusaha mengajakku.....
"Ayo... mandi hujan"
aku tiba tiba terkesima' dan diam seketika... kemudian ku lari ke dalam dapur menuju kamar mandi... ku raup karnaku malu... sebab aku merasa diriku malu terlihat sangat jelek didepannya, tanpak alas muka n bedak dipipiku. Akhirnya... ku pilih baju yg pas untukku kenakan mandi hujan... yg sedikit longgar dan tertutup. Adik-adikku menjaga kamarku... dan akupun melangkah keluar dengan senang.... tetesan hujan menyapaku danku bentangkan muka ke awan... ku sempatkan ucapan dalam hati... tuhan... ini sangat romantis... trimakasih sudah mengirimkan kejutan indah saat ini sahutku. Ku ambil helm dan kuletakkan ke atas kepalaku. Kamipun berangkat dengan motor beat putih cantik milikku. Kami menuju kolam renang dekat
Langganan:
Postingan (Atom)





