Adzan pagi menyapaku merdu... rasanya indah sekali... ku titipkan segudang rinduku untuk memujamu sang kekasih... ku bersimpuh penuh harapan... namun aku hanya bisa trsadar bahwa takbisaku memohon ampun. Syukurku slaluku puja setiap saat... meski tak bisaku bersujud dalam waktu yg lama. Pagi itu... indah sekali, ku buka tirai jendela... danku mulai mendorong pelan kaca jendela... bau khas tanah menyejukkan hati. Inilah nikmat yg selaluku syukuri setiap waktu (benakku).
Matahari mulai menyinari hidupku... namun kasur seakan mengajakku kembali menyapanya... tapi takku hiraukan, ku baca sedikit kutipan kata2 di handphoneq... ku mencoba bergelut dengan dunia maya... dan waktukupun terlewatkan... disela senyum tawaku mengupdate status tiba-tiba mataku trtuju pada sapu biru disudut pintu, hinggaku dekati dia... danku ajak iya bermain menuju sela2 kamarku. Hingga kamarku trtata rapi.
Kala itu... aq trlihat malas, meski sekelilingku trlihat rapi.. namun aku tak bisa merasa diriku rapi... kekosongan dihari minggu membuatku tak ingin memanjakan driku sendiri, laluku coba mengambil beberapa botol nekas depan kamarku... dan ku buat kreasi seni untuk anak kecil samping kamarku. Danku otak atik menjadi sebuah celengan. Dia begitu senang ketikaku memberikannya kejutan, begitu pula denganku. Aku merasa bahagia...
Pagi menjelang siang... sekitar pukul 11 pagi, aku merasa... hari libur itu sangat menjengkelkan... semuanya tidak trhitung waktu, seakan waktuku sia sia... hingga akhirnya... ku coba mengambil koran bekas yg pernah dbawa oleh salah seorg temanku... danku ubah menjadi bentuk hati kecil... kudianku rangkai danku masukkan ke dalam gelas... sungguh terlihat sangat menarik. Namunku berfikir... akanku berikan kepada siapa kreasi ini?? Ku coba menerka nerka... namun tak kunjung sampai kepada siapa akanku beri. Handphoneku melirikku... seakan dy ingin menggodaku lagi untik slalu mengenggamnya, dan akhirnya... ku coba meliriknya... dan mencoba untuk mengirim messenger kepda seorg kawanku..
"BT ni..." ungkapanku padanya,
"Bt kenapa?" Dia membalas
"Ya BT aja... seharian gak keluar-keluar" gumamku
Hingga akhirnya perbincangan kamipun bergulir panjang.
Tiba-tiba saja butiran air hujan menyapa, sahutan guntur mengelegar... ingin rasanya ku mandi membasahi guyuran hujan ditubuhku... namun tak ada temanku untuk mandi, adik adik samping kamarku mendekatiku... kamipun berkmpul dikamarku... sembari membuat manik manik lucu dari barang bekas... tiba-tiba terdengar suara honda besar berhenti didepan kamarku. Aku mengenal suara motor itu... aku rasa itu dia... dia yg mengirimiku messengger tadi. Kucoba menghadap ke pintu... akupun terkejut... melihatnya sepontan... dia berdiri diam didepan kamarku, lengkap dengan jas hujan ditubuhnya... sambil membuka helemnya dia berusaha mengajakku.....
"Ayo... mandi hujan"
aku tiba tiba terkesima' dan diam seketika... kemudian ku lari ke dalam dapur menuju kamar mandi... ku raup karnaku malu... sebab aku merasa diriku malu terlihat sangat jelek didepannya, tanpak alas muka n bedak dipipiku. Akhirnya... ku pilih baju yg pas untukku kenakan mandi hujan... yg sedikit longgar dan tertutup. Adik-adikku menjaga kamarku... dan akupun melangkah keluar dengan senang.... tetesan hujan menyapaku danku bentangkan muka ke awan... ku sempatkan ucapan dalam hati... tuhan... ini sangat romantis... trimakasih sudah mengirimkan kejutan indah saat ini sahutku. Ku ambil helm dan kuletakkan ke atas kepalaku. Kamipun berangkat dengan motor beat putih cantik milikku. Kami menuju kolam renang dekat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar