J U R N A L

Oleh
Qashiratuttarafi
C1G009102
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS
MATARAM
2013
J O U R N A L

By :
Qashiratuttarafi
C1G009102
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MATARAM
2013
KAJIAN
PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PERMINTAAN JAGUNG KUMALA F1 DI DESA RHEE KECAMATAN
RHEE KABUPATEN SUMBAWA
Study Of Consumer Behaviortowers F1 Jade Corn Demand
In The Village District Rhee Rhee Sumbawa Regency
|
QASHIRATUTTARAFI
Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial
Ekonomi Pertanian UNRAM
|
ABSTRAK
Desa Rhee mempunyai
tempat khas kuliner jagung. Jagung yang dijual merupakan varietas baru yaitu varietas
jagung pulut kumala F1 dari hasil persilangan antara jagung manis dengan jagung
ketan. Demikian, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Besar permintaan
jagung kumala F1 dalam satu tahun. 2). Animo pembelian konsumen. 3). Perilaku pembelian
konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten
Sumbawa, dengan metode deskriptif dan teknik survey yaitu mewawancarai 30
pedagang/produsen dan 30 konsumen dengan berpedoman pada quesioner. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebesar 1.036,8
ton jagung kumala F1 yang dibeli oleh konsumen dalam satu tahun. Permintaan tersebut
membuktikan bahwa animo konsumen membeli jagung kumala F1 sangat tinggi.
Pembelian jagung kumala F1 dipengaruhi oleh perilaku konsumen baik itu karakter
pembeli maupun proses pengambilan keputusan pembeli sehingga konsumen merespon
baik terhadap jagung kumala F1. Penyebab konsumen membeli jagung kumala F1
yaitu karena rasa jagung kumala F1 yang manis, gurih dan legit. Mengingat
jumlah permintaan yang tinggi diharapkan kepada pedagang/produsen dan
pemerintah untuk tetap bekerjasama mengembangkan
usaha jagung kumala F1 sebagai makanan khas kuliner, sehingga tetap
mengharumkan nama Desa Rhee dan diharapkan kepada konsumen agar tetap mempertahankan tradisi makan jagung
karena jagung bisa sebagai pengganti makanan pokok.
ABSTRACT
Rhee Village, in Sumbawa is the
only one village in Indonesia that produces “kumala F1” corn. The corn has
specific taste of mixt of sweet and sticky rice. This study investigated how
consumes react to this product. Specific aims of this research are to find out
amount of demand, consumers interest and consumers behavior in relation to the
corn. The research was conducted in
the Rhee Village, Sumbawa regency,
with descriptive method
and technique of the
survey interview 30
traders / producers
and 30 consumers
based on the questionnaires. The results to showed that 1036.8 tonnes of F1corn purchased by consumers
within one year.
The demand proves that the interest of consumers,
to buy maize F1corn is very high.
Purchases F1 corn by consumers is influenced
by both the
buyer and the character of the buyer decision process so that consumers respond
well to F1 corn. Cause of the
consumer to buy the corn was the corn taste.
Given the high number
of traders / farmers and the government are expeded to work together to develop the business as culinary specialties.
Kata Kunci: Perilaku Konsumen Dan Permintaan Jagung Kumala F1
Key Words:Consumer Behavior And Demand For
Corn Jade F1
PENDAHULUAN
Kecamatan Rhee merupakan salah satu Kecamatan yang
terkenal dengan potensi penghasilan jagung yang besar, sehingga di Kecamatan
Rhee terdapat tempat khas kuliner jagung sebagai tempat persinggahan bagi
masyarakat yang sedang berpergian jauh, Letaknya di Desa Rhee. Jagung yang
ditanam berupa jagung dengan varietas unggul yaitu varietas jagung pulut kumala
F1, dengan cita rasa perpaduan antara jagung manis dengan jagung ketan.
Meningkatnya permintaan konsumen terhadap jagung kumala dapat dilihat dari
kondisi lapak yang setiap tahunnya bertambah. Pada tahun 2009 hanya terdapat
delapan lapak penjualan, namun di tahun 2013 tecatat sebanyak 67 lapak yang
tersedia dipinggir jalan (Ibrahim, 2012).
Untuk
mengetahui tingkat permintaan konsumen, pedagang jagung kumala F1 memerlukan
informasi mengenai perilaku konsumen sehingga berpengaruh terhadap permintaan
jagung kumala F1. Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Untuk mengetahui permintaan konsumen terhadap jagung
kumala F1 dalam satu tahun ; (2). Untuk mengetahui besar animo konsumen
terhadap permintaan jagung kumala F1 ; (3). Menggambarkan prilaku
pembelian konsumen jagung kumala F1.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
yaitu mengambarkan kondisi
permintaan jagung kumala F1 serta
menggambarkan prilaku
konsumen yang membeli jagung
kumala F1. Unit analisis dalam
penelitian ini adalah pedagang dan konsumen jagung kumala yang terdapat di
Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa.
Penelitian ini
dilakukan di Kecamatan Rhee tepatnya di Desa Rhee secara “purposive sampling” dengan pertimbangan di Desa tersebut terdapat
usaha jagung kumala yang aktif dan merupakan satu-satunya sentra pengembangan usaha
jagung pulut Kumala F1. Responden dalam penelitian ini terdiri atas
pedagang/produsen dan konsumen jagung kumala. Penentuan jumlah responden pada
tingkat pedagang/produsen penentuan responden secara “Quota Sampling”dengan 67 lapak penjualan yang terbagi menjadi 3
kelompok, dan masing-masing kelompok terpilih 10 responden yang dilakukan
secara “Accidental Sampling” sebanyak
30 responden. Penentuan responden di tingkat konsumen secara “Accidental Sampling” yaitu dengan
menelusuri konsumen jagung kumala yang
sudah tersedia atau yang paling dekat untuk dijadikan sampel sebanyak 30
responden. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang responden.
Jenis
data dalam penelitian ini adalah data kualitatif (data yang tidak berbentuk
angka) dan data kuantitatif (data yang
berbentuk angka). Sedangkan
sumber datanya terdiri dari dua sumber yaitu data primer (wawancara) dan data
sekunder (data yang diperoleh dari instansi atau dinas yang terkait)
Variabel dan
cara pengukuran dalam penelitian ini adalah meliputi :
1. Besar
permintaan jagung kumala F1.
2. Animo
atau minat konsumen membeli jagung
kumala F1.
3. Karakteristik
konsumen jagung kumala F1 di desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa
meliputi domisili, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan,
pendapatan dan kendaraan yang digunakan konsumen saat membeli jagung kumala F1.
4. Proses
pengambilan keputusan konsumen yang diteliti yaitu sumber informasi, kebiasaan
membeli, tujuan pembelian, siapa yang terlibat
dalam pembelian, rutinitas pembelian, waktu pembelian, pendapat mengenai harga
dan prefrensi konsumen terhadap pengalaman mengkonsumsi jagung.
5. Respond
konsumen setelah membeli yang diteliti yaitu tingkat kepuasan konsumen,
pendapat terhadap rasa jagung kumala, pendapat
mengenai harga, respons kenaikan harga 10%, prefrensi konsumen terhadap pengalaman mengkonsumsi
jagung dan respons terhadap penyebaran informasi
Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah teknik survei dengan menggunakan daftar
pertanyaan dan melakukan semi eksperimen untuk mendapatkan data animo pembelian
konsumen. Untuk menggambarkan perilaku konsumen jagung kumala F1 dan besar
kuantitas jagung kumala F1 yang diminta dianalisis secara deskriptif. Alat yang
digunakan dalam penelitian ini adalah software MS Excell (MS Office 2007).
Untuk mengetahui
permintaan jagung kumala F1 digunakan analisis deskriptif, yaitu melakukan
pendekatan kepada pedagang/produsen dengan tujuan untuk mengetahui jumlah
penawaran jagung kumala F1 yang dijual dan sisa jagung yang tidak laku terjual
dalam satu minggu berdasarkan kuesioner. Hasil yang didapatkan, kemudian
dimasukkan kedalam tabulasi untuk memperoleh jumlah permintaan jagung kumala
F1. Dari hasil tabulasi permintaan, dapat digolongkan jumlah penawaran (S) dan
permintaan (D) dari masing-masing pedagang/produsen yang bertujuan untuk
mendapatkan animo pembelian konsumen. Selain itu, untuk menggambarkan animo
pembelian konsumen juga dilakukan eksperimen sederhana dengan cara menjadikan
satu lapak sebagai lapak percobaan untuk menjual jagung kumala F1 dalam satu hari,
tepatnya dihari minggu.
Analisis deskriptif juga
digunakan untuk mengambarkan perilaku konsumen yang membeli jagung kumala F1
berdasarkan kuesioner. Perilaku konsumen dalam penelitian ini yaitu
menggambarkan karakter konsumen yang membeli jagung kumala F1 dan menjelaskan
bagaimana pola tingkah laku sebelum dan sesudah konsumen membeli jagung kumala
F1. Setelah mengetahui perilaku konsumen berdasarkan kuesioner kemudian
dimasukkan kedalam tabulasi, sehingga didapatkan persentase (%) konsumen yang
dominan membeli jagung kumala F1 dan faktor penyebab konsumen membeli jagung
kumala F1 sehingga berpengaruh terhadap permintaan jagung kumala F1.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi Kawasan
Daerah Penelitian
Daerah penelitian mengenai kajian prilaku konsumen terhadap permintaan
jagung kumala F1 bertempat di desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa,
lokasi penelitian berada dipinggir jalan nasional jurusan Mataram-Sumbawa.
penelitian ini dilakukan karena di desa Rhee merupakan satu-satunya sentra
penjualan jagung kumala F1. Di desa Rhee,
sudah memiliki sistim agribisnis terpadu mulai dari pengadaan bibit dari
perusahaan, kelompok tani yang berperan sebagai penanam jagung kumala F1 dan
kelompok dagang sebagai pelaku pemasaran.
Sistem agribisnis terpadu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan,
sehingga didapatkan kesepakatan mengenai harga jagung kumala F1. Harga jual
jagung kumala F1 ditingkat petani sebesar 200.000/karung, dalam satu karung
terdapat 300 tongkol jagung dengan berat pertongkolnya sebesar 250-300g, sedangkan
harga jual jagung kumala F1 ditingkat pedagang/produsen atau harga beli
konsumen sebesar 1250/tongkol. Jagung kumala F1 diproduksi sepanjang tahun,
panen jagung kumala F1 dalam setahun bisa mencapai 6 kali panen dengan umur
jagung berkisar 60-65 hari atau dua bulan sekali sudah dapat dipanen, disebabkan
jagung kumala F1 dipanen masih muda dengan rasa manis yang mampu bertahan
hingga tiga hari. Pedagang jagung kumala F1 menjual jagung kumala F1 dilapak-lapak
yang sudah tersedia. Jagung kumala F1 dijual dalam bentuk direbus, sehingga
konsumen dapat langsung menikmati jagung kumala F1.
Karakteristik
Responden
Tabel 1. Karakteristik Pedagang/produsen Dan Konsumen
Jagung Kumala F1 Di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013
|
No
|
Pedagang/Produsen
|
Konsumen
|
||||
|
Uraian
|
Responden
(30)
|
Persentase
(%)
|
Uraian
|
Responden
(30)
|
Persentase
(%)
|
|
|
1
|
Alamat
|
Alamat Asal
|
||||
|
Rhee Gedong
|
6,00
|
20,00
|
Kecamatan Rhee
|
2
|
6,67
|
|
|
Rhee Beru
|
24,00
|
80,00
|
Luar Kecamatan
Rhee
|
28
|
93,33
|
|
|
Poto Pedu
|
0,00
|
0,00
|
||||
|
2
|
Jenis Kelamin
|
Jenis Kelamin
|
||||
|
Laki-Laki
|
30,00
|
100,00
|
Laki-Laki
|
21
|
70,00
|
|
|
Perempuan
|
0,00
|
0,00
|
Perempuan
|
9
|
30,00
|
|
|
3
|
Usia
|
Usia
|
||||
|
16-25
|
2,00
|
6,67
|
> 10
|
0
|
0,00
|
|
|
26-35
|
11,00
|
36,70
|
11─24
|
3
|
10,00
|
|
|
36-45
|
13,00
|
43,30
|
25─49
|
25
|
83,33
|
|
|
46-55
|
3,00
|
10,00
|
< 50
|
2
|
6,67
|
|
|
56-65
|
1,00
|
3,33
|
||||
|
4
|
Tingkat Pendidikan
|
Tingkat Pendidikan
|
||||
|
TS
|
1,00
|
3,33
|
TSD
|
2,00
|
6,67
|
|
|
TSD
|
15,00
|
50,00
|
TSMP
|
2,00
|
6,67
|
|
|
TTSD
|
4,00
|
13,33
|
TSMU
|
15,00
|
50,00
|
|
|
TSMP
|
7,00
|
23,33
|
DIPLOMA
|
1,00
|
3,33
|
|
|
TTSMP
|
1,00
|
3,33
|
S1
|
10,00
|
33,33
|
|
|
TSMU
|
1,00
|
3,33
|
||||
|
TTSMU
|
1,00
|
3,33
|
||||
|
5
|
Status Pekerjaan
|
Status Pekerjaan
|
||||
|
Pedagang Jagung
Kumala
|
30,00
|
100,00
|
Pedagang
|
0,00
|
0,00
|
|
|
Petani
|
0,00
|
0,00
|
Petani
|
2,00
|
6,67
|
|
|
Buruh Tani
|
0,00
|
0,00
|
Pegawai
|
9,00
|
30,00
|
|
|
Guru
|
6,00
|
20,00
|
||||
|
Dosen
|
0,00
|
0,00
|
||||
|
Wiraswasta
|
7,00
|
23,33
|
||||
|
Lain-Lain
|
6,00
|
20,00
|
||||
|
6
|
Jumlah Tanggungan
|
Pendapatan
|
||||
|
(0-2)
|
11,00
|
36,67
|
> 1 Juta
Rupiah
|
3,00
|
10,00
|
|
|
(3-4)
|
15,00
|
50,00
|
1-3 Juta Rupiah
|
16,00
|
53,33
|
|
|
(>5)
|
4,00
|
13,33
|
< 3 Juta
Rupiah
|
9,00
|
30,00
|
|
|
Tidak Ada
|
2,00
|
7,00
|
||||
|
7
|
Pengalaman Berusaha
|
Kendaraan Yang Digunakan
|
||||
|
2009
|
5,00
|
16,67
|
Jalan Kaki
|
0,00
|
0,00
|
|
|
2010
|
6,00
|
20,00
|
Motor
|
27,00
|
90,00
|
|
|
2011
|
8,00
|
26,67
|
Mobil
|
3,00
|
10,00
|
|
|
2012
|
8,00
|
26,67
|
Bus
|
0,00
|
0,00
|
|
|
2013
|
3,00
|
10,00
|
||||
Permintaan Jagung
Kumala F1
Tabel 2.Permintaan Jagung Kumala F1 Dalam Satu Minggu di Desa Rhee
Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
|
Responden
|
Kelompok
|
||
|
1 (Karung)
|
2 (Karung)
|
3 (Karung)
|
|
|
1
|
9
|
3½
|
33
|
|
2
|
4
|
7½
|
4
|
|
3
|
7
|
26
|
4
|
|
4
|
16
|
4
|
11
|
|
5
|
7
|
4
|
3½
|
|
6
|
11
|
11
|
9
|
|
7
|
4
|
3½
|
4
|
|
8
|
4
|
4
|
9
|
|
9
|
4
|
8
|
9
|
|
10
|
4
|
8
|
4
|
|
Total Permintaan
|
70
|
79½
|
90½
|
|
Total Permintaan Perminggu
|
240
|
||
Sumber :
Data Primer Diolah
Dari tabel 2, didapatkan besar permintaan
jagung kumala selama satu minggu sebanyak 240 karung atau sebanyak 72.000
tongkol jagung kumala F1 atau sebesar 21.600.000 gram atau sebanyak 21.600
kg (21,6 ton) perminggu. Sesuai dengan kesepakatan bersama dalam
satu karung berisi 300 tongkol jagung kumala F1 dengan berat 250-300 gram. Untuk
mengetahui rata-rata permintaan selengkapnya terdapat pada tabel 3 :
Tabel 3. Rata-Rata Permintaan Jagung Kumala di Desa Rhee Kecamatan
Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
|
Waktu
|
Permintaan
(Karung)
|
Rata-Rata
Permintaan Perpedagang (Karung)
|
|
Perminggu
|
240
|
8
|
|
Perbulan
|
960
|
32
|
|
Pertahun
|
11.520
|
384
|
Sumber :
Data Primer Diolah
Tabel 3 menjelaskan bahwa kebutuhan konsumen terhadap jagung kumala F1
selama satu tahun berkisar antara 11.520 karung sebanyak 3.456.000 tongkol atau
sebesar 1.036,8 ton jagung kumala F1 setiap tahunnya dengan rata-rata
permintaan konsumen di setiap pedagang/produsen jagung kumala F1 berkisar 384
karung sebanyak 115.200 tongkol atau sebesar 34,56 ton pedagang/produsen mampu
menjual jagung kumala F1 setiap tahunnya.
Animo
Untuk mengetahui besar minat konsumen
membeli jagung kumala F1 didapatkan data mengenai kuantitas yang ditawarkan
oleh pedagang/produsen dan kuantitas yang diminta oleh konsumen. Terhitung
keseluruhannya dalam satu minggu dengan satuan karung. Untuk mengetahui besar
minat pembelian konsumen terhadap jagung kumala F1 perminggunya dapat dilihat
dari data pada tabel 4 :
|
Tabel 4. Permintaan, Penawaran dan Animo Pembelian Jagung
Kumala F1 Di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
|
|||
|
No
|
Penawaran (S)
|
Permintaan (D)
|
Animo (D/S)
|
|
1
|
9
|
9
|
1
|
|
2
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
3
|
7
|
7
|
1
|
|
4
|
16
|
16
|
1
|
|
5
|
7
|
7
|
1
|
|
6
|
12,5
|
11
|
0,88
|
|
7
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
8
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
9
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
10
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
11
|
5
|
3,5
|
0,7
|
|
12
|
7,5
|
7,5
|
1
|
|
13
|
26
|
26
|
1
|
|
14
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
15
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
16
|
12,5
|
11
|
0,88
|
|
17
|
3,5
|
3,5
|
1
|
|
18
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
19
|
8
|
8
|
1
|
|
20
|
8
|
8
|
1
|
|
21
|
33
|
33
|
1
|
|
22
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
23
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
24
|
12,5
|
11
|
0,88
|
|
25
|
3,5
|
3,5
|
1
|
|
26
|
9
|
9
|
1
|
|
27
|
5,5
|
4
|
0,72
|
|
28
|
9
|
9
|
1
|
|
29
|
9
|
9
|
1
|
|
30
|
4
|
4
|
1
|
|
Total
|
262.5
|
240
|
26,34
|
Dari tabel 4, didapatkan hasil mengenai
minat konsumen terhadap pembelian jagung kumala F1 sangat tinggi (D/S < 1)
sebesar 26,34. Untuk mengetahui lapak yang diminati oleh konsumen sebagai
tempat pembelian jagung kumala F1 dapat dilihat dari persentase (%) lapak yang
sering dikunjungi. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5 :
Tabel 5. Animo dan Persentase Lapak Penjualan yang Sering
Dikunjungi di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
|
Animo
|
Pedagang/produsen
|
%
|
|
|
<1
|
0
|
0,00
|
|
|
=1
|
15
|
50,00
|
|
|
>1
|
15
|
50,00
|
|
|
X
|
30
|
100
|
|
|
Sumber : Data Primer Diolah
|
|||
Tabel 5 menjelaskan mengenai besarnya minat
konsumen membeli jagung kumala F1 terdapat pada lapak-lapak pembelian setiap
minggunya. Tabel diatas menyatakan bahwa minat konsumen membeli jagung kumala
pada 15 lapak kurang diminati (D/S > 1) sebesar 50,00 %. Kejadian ini
menunjukkan minimnya minat konsumen membeli jagung kumala F1 pada 15 lapak yang
disebabkan oleh beberapa faktor seperti penempatan lokasi, kebersihan
lingkungan, dan faktor lain yang dapat membuat konsumen merasa enggan membeli
jagung kumala F1 di lapak tersebut. 50,00 % menyatakan bahwa konsumen stabil
atau tetap membeli jagung kumala F1 di 15 lapak penjualan (D/S = 1) dan tidak
terdapat lapak yang sangat diminati oleh konsumen sebagai tempat pembelian.
Animo pembelian konsumen juga dapat dilihat dari minat pembelian dihari minggu.
Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 6 :
Tabel 6. Animo Pembelian Konsumen Pada Hari Minggu Di Desa Rhee
Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
|
Jam
|
Penawaran Jagung Kumala (Tongkol)
|
Permintaan jagung kumala (Tongkol)
|
Harga Pembelian
|
Tempat Konsumsi
|
Bentuk Pembelian
|
Kendaraan
|
Keterangan
|
|||
|
Bungkus
|
Makan Dilapak
|
Mateng
|
Mentah
|
|||||||
|
09,00
|
450
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
09,15
|
442
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Mobil
|
||||
|
10,15
|
434
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
10,10
|
426
|
48
|
60000
|
√
|
√
|
Bus
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
10,23
|
378
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
11,10
|
370
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Bus
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
11,10
|
362
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Mobil
|
||||
|
12,01
|
354
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
12,35
|
346
|
22
|
25000
|
√
|
√
|
Carry
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
13,15
|
324
|
13
|
15000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
13,25
|
311
|
16
|
20000
|
√
|
√
|
Mobil
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
14,05
|
295
|
25
|
30000
|
√
|
√
|
Jalan Kaki
|
||||
|
14,20
|
270
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Jalan Kaki
|
||||
|
14,20
|
262
|
16
|
20000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
14,45
|
246
|
16
|
20000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
15,00
|
230
|
35
|
40000
|
√
|
√
|
Bus
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
15,00
|
195
|
10
|
_
|
√
|
√
|
Bus
|
Sopir Bus
|
|||
|
15,00
|
185
|
25
|
30000
|
√
|
√
|
Mobil
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
15,30
|
160
|
9
|
10000
|
√
|
√
|
Carry
|
||||
|
15,42
|
151
|
25
|
30000
|
√
|
√
|
Mobil
|
||||
|
15,42
|
126
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
16,00
|
118
|
16
|
20000
|
√
|
√
|
Mobil
|
||||
|
16,10
|
102
|
32
|
40000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
16,16
|
70
|
4
|
5000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
16,35
|
66
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
17,00
|
58
|
40
|
500000
|
√
|
√
|
Bus
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
17,00
|
18
|
10
|
_
|
√
|
√
|
Bus
|
Sopir Bus
|
|||
|
17,25
|
8
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
Jumlah
|
450
|
975000
|
3
|
2
|
||||||
|
17,30
|
150
|
4
|
5000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
17,45
|
146
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
18,05
|
138
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
18,15
|
130
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
18,15
|
122
|
12
|
15000
|
√
|
√
|
Truk
|
Pelanggan Tetap
|
|||
|
18,42
|
110
|
22
|
25000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
19,30
|
88
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
19,30
|
80
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Mobil
|
||||
|
19,30
|
72
|
12
|
15000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
19,52
|
60
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
20,15
|
52
|
16
|
20000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
20,15
|
36
|
20
|
25000
|
√
|
√
|
Mobil
|
||||
|
20,25
|
16
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
20,25
|
8
|
8
|
10000
|
√
|
√
|
Motor
|
||||
|
Jumlah
Tambahan
|
150
|
185000
|
14
|
0
|
13
|
1
|
||||
Dari hasil ekperimen diatas mengambarkan tingginya animo masyarakat
diperoleh dari kelebihan permintaan sebesar ½ karung atau sebanyak 150 tongkol
habis terjual dengan besar animo pembelian konsumen terbukti sebesar 1,33 (D/S
> 1) yang didapatkan dari perbandingan permintaan (D) sebanyak 2 karung (600
tongkol) dengan penawaran (S) sebanyak 1½ karung (150 tongkol). Semakin tinggi
animo pembelian konsumen seperti yang terjadi di hari minggu, maka akan semakin
banyak konsumen yang menetukan prilaku untuk membeli jagung kumala F1 sehingga
peluang permintaan terhadap jagung kumala F1 akan semakin meningkat.
Perilaku Konsumen
Untuk
mengetahui perilaku konsumen yang membeli jagung kumala F1 dapat dilihat pada proses
pengambilan keputusan konsumen.
Proses Pengambilan Keputusan
Rata-rata
konsumen memperoleh informasi mengenai penjualan jagung kumala berasal dari
teman sebanyak 15 orang (50,00%), kebetulan lewat 10 orang (33,33%), keluarga 3
orang (10,00%) dan dari pedagang 2 orang (6,67%). Rata- rata konsumen
mendapatkan informasi mengenai jagung kumala berasal dari teman-teman mereka
yang sudah pernah membeli jagung kumala F1 didesa Rhee Kecamatan Rhee.
Kebiasaan
konsumen membeli jagung kumala F1 menyatakan tergantung dari situasi dengan
jumlah responden sebanyak 13 orang (43,33%), ada juga yang mendadak membeli
sebanyak 8 orang (43,33%), selain itu yang merencanakannya terlebih dahulu
sebelum melewati desa Rhee sebanyak 7 orang (23,33%) dan terdapat 2 orang (6,66%)
konsumen yang baru membeli atau baru mengkonsumsi jagung kumala F1.
Faktor pengaruh merupakan tujuan konsumen membeli
jagung kumala F1 dikarenakan oleh rasa jagung kumala F1 sebanyak 22 orang
(76,67%), selanjutnya konsumen menyatakan sebagai tempat istirahat, kebetulan
lapar, dan sebagai oleh-oleh sebanyak 5
orang (16,67%). sedangkan yang membeli jagung kumala F1 karena faktor kualitas,
hanya 1 orang saja (3,33%) dan 2 konsumen lainnya (6,67%) baru mencoba membeli jagung
kumala.
Rata-rata
konsumen jagung kumala F1 membeli jagung kumala menyatakan berasal dari inisiatif
sendiri sebanyak 25 orang (83,33%), selain itu 3 diantaranya dikarenakan oleh
keluarga sebanyak 3 orang (10,00%) sedangkan yang menyatakan pedagang dan teman
sebagai orang yang mempengaruhi konsumen dalam membeli jagung kumala terdapat 2
orang responden (6,67%).
Rutinitas konsumen membeli jagung kumala F1 dilihat
dari keseringan membeli jagung kumala F1, rata-rata konsumen memang sering
membeli jagung kumala F1 dengan persentase tertinggi jumlah responden yang sering
membeli jagung kumala F1 sebanyak 22 orang (73,33%), jarang membeli sebanyak 4
orang (13,33%) dan 4 orang diantaranya yaitu 2 orang tetap membeli, 2 orang
baru membeli jagung kumala F1 masing-masing sebesar 6,67%.
Waktu membeli juga merupakan prilaku konsumen yang
menentukan permintaan. Rata-rata konsumen menyatakan membeli jagung kumala setiap
singgah di Desa Rhee sebanyak 20 orang (66,67%), 6 orang menyatakan membeli
setiap minggu (20,00%), dan 4 orang diantaranya 2 orang membeli setiap bulan
dan 2 orang baru membeli dengan persentase waktu membeli sebesar 6,67%.
Respon
Konsumen Setelah Membeli
Pendapat konsumen terhadap tingkat kepuasan
mengkonsumsi jagung kumala F1 baik itu dalam segi rasa, besar tongkol,
kelegitan dan lain-lain. Dari 30 responden, konsumen berpendapat bahwa sebanyak
14 orang (46,67%) menyatakan puas, 10 orang (33,33%) menyatakan cukup puas dan
6 orang (20,00%) menyatakan bahwa responden sangat puas terhadap jagung kumala
F1.
Pendapat konsumen mengenai rasa jagung
kumala F1, rata-rata responden berpendapat bahwa rasa jagung kumala F1 enak. 18
orang (60,00%) menyatakan enak, yang berpendapat sangat enak sebanyak 8 orang
(26,67%) dan yang berpendapat cukup enak sebanyak 4 orang (13,33%).
Pendapat konsumen mengenai harga jagung kumala F1 tergolong
murah (terjangkau), sangat murah, mahal dan sangat mahal. 28 responden (93,33%)
berpendapat bahwa harga jagung kumala F1 itu murah dikarenakan alasan mereka
mengenai harga jagung kumala F1 terjangkau, namun 2 (6,67%) diantaranya
berpendapat bahwa harga jagung kumala F1 itu mahal, disebabkan oleh
perbandingan harga jagung kumala F1 dengan jagung lain yang sering dibeli oleh
konsumen lebih murah.
Prefrensi konsumen terhadap
pengalaman mengkonsumsi jagung merupakan pendapat konsumen mengenai
jagung yang sudah pernah dikonsumsi dan
jagung mana yang dominan disukai oleh responden. 26 orang (86,67%) menyatakan
bahwa konsumen menyukai jagung kumala F1 dan 4 orang lainnya (13,33%) cendrung
menyukai jagung ketan.
Respons konsumen terhadap kenaikan harga jagung
kumala F1 dimisalkan kenaikan harga sebesar10% berpengaruh terhadap permintaan
jagung kumala F1. 24 orang diantaranya 12 orang (40,00%) menyatakan bahwa
responden tetap membeli jagung kumala dan 12 orang (40,00%) menyatakan tetap berminat
untuk membeli, 4 orang (13,33%) menyatakan kurang berminat membeli jagung
kumala F1, 1 orang (3,33%) menyata sangat berminat dan 1 orang (3,33%)
menyatakan kurang berminat membeli jagung kumala. Rata-rata konsumen menanggapi
biasa saja jika terjadi perubahan harga jagung kumala F1, dengan alasan harga
jagung kumala F1 masih bisa terjangkau untuk dibeli.
Respond konsumen terhadap penyebaran
informasi dalam menanggapi keberadaan jagung kumala F1 di desa Rhee Kecamatan
Rhee sangat berpengaruh terhadap permintaan jagung kumala F1, semakin luasnya
penyebaran informasi maka kemungkinan terjadinya permintaan akan semakin besar.
Rata- rata konsumen memilih untuk merekomendasikan jagung kumala kepada kerabat
dan keluarga mereka. 23 orang (76,67%) mau merekomendasikan keberadaan jagung
kumala F1, 4 orang (13,33%) hanya diam saja dikarenakan konsumen berpendapat
bahwa sudah banyak orang yang tau mengenai jagung kumala F1 dan 3 orang (10,00%)
menyatakan bahwa responden sangat merekomendasikan keberadaan jagung kumala F1
di desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa. Semakin banyak konsumen yang
merekomendasikan informasi mengenai jagung kumala F1, maka peluang permintaan
konsumen terhadap jagung kumala F1 akan semakin besar.
KISIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Terbatas pada ruang lingkup penelitian dan pembahasan, maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1.
Permintaan
jagung kumala F1 dalam satu tahun adalah 1.036,8 ton, dengan permintaan pada
setiap pedagang sebesar 34,56 ton.
2.
Animo pembelian
atau minat konsumen membeli jagung kumala F1 sangat tinggi (D/S = 2,37).
3.
Konsumen
sangat menyukai jagung kumala F1, terutama karena rasa yang manis, legit dan
gurih. Faktor selera ini sangat dominan sehingga pengaruh harga tertutupi.
Konsumen memperoleh informasi dari konsumen sebelumnya. Konsumen baru mendapat
informasi yang menimbulkan permintaan baru.
Saran
Saran dalam
penelitian ini adalah :
1. Diharapkan kepada pedagang/produsen agar mampu
mempertahankan mutu dan kualitas jagung kumala F1 sehingga tetap menjadikan
jagung kumala F1 sebagai makanan khas kuliner dan terus melakukan pembinaan demi
kemajuan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat kawasan Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa.
2. Diharapkan kepada konsumen jagung kumala F1 agar
tetap mempertahankan tradisi makan jagung karena jagung bisa sebagai pengganti
makanan pokok (diversifikasi makanan) disamping baik untuk kesehatan jagung
juga mengandung karbohidrat dan vitamin-vitamin yang diperlukan oleh tubuh.
3.
Diharapkan kepada pemerintah/instansi terkait agar
memberikan dukungan persediaan dan
perbaikan lapak bagi pedagang jagung kumala F1 agar pedagang mampu bertahan
dalam mengelola lapak sebagai tempat sajian kuliner khas Kecamatan Rhee.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Menyadari Arti Pentingnya Pembangunan.
Bappdanews. NTB.
Anonim, 2011. Buku Pijar Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Mataram.
Bangun, Wilson. 2010. Teori Ekonomi Mikro. Bandung. PT Refika
Aditama
Bina UKM. 2010. Pemanfaatan
Jagung Dalam Usaha Budidaya Jagung. http://Binaukm.com/2010/06/09.
BPS Provinsi NTB. 2009. Produksi Jagung di Nusa Tenggara Barat Tahun 2005-2009. Mataram.
Budhi, S. K. M. 2009. Teori Ekonomi Mikro. Udayana University
Press.
Damarji, D. 2008. Roadmap Menuju Komoditas Pangan Bernilai Tambah.
Papas Sinar Sinanti. Jakarta.
Departemen Pertanian Republic Indonesia tahun 2008. Kebijakan Pengembangan Pangan Local Dan
Makanan Tradisional Khas Nusantara. Semarang.
Engel, J.F. R.D.Blackwell,
dan P.W. Miniard, 1994. Perilaku Konsumen. Jakarta. Binarupa Aksara.
Hamidah, 2004. Perilaku
Konsumen Dan Tindakan Pemasaran. Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatra
Utara. Medan.
Kotler, P. 1993. Manajemen
Pemasaran. Translation Of Marketing Management Analysis, Planning,
Implematation, And Control. Sevent Edition. Prentice Hall International Inc.
Penerbit: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Jakarta.
Lipsey, G. R, dan P.O. Stainer. 1990. Pengantar Ilmu Ekonomi. Bina Aksara. Jakarta.
Mangkunegara, A. A. 2002. Perilaku
Konsumen. Edisi Revisi. PT. Refika Editama. Bandung
Riyanto, Yatim. 1996, Metode
Penelitian Experiment. PT Refika Aditama. Bandung
Simanjuntak, PJ., 1985. Pengantar Ekonomi dan Sumber Daya Manusia.
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. UI. Jakarta. 135 h.
Soekartawi, 1988. Ilmu Usahatani
dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. UI Press. Jakarta.
Soetomo, 2006. Strategi-Strategi
Pembangunan Masyarakat. Pustaka pelajar Yogyakarta.
Soeparmo. 1990. Pengantar Ekonomi Mikro. Cempaka Press.
Jakarta
Surakhmad, W., (1982). Pengantar
Penelitian Ilmia : Dasar, Metode, Teknik. Bandung: Tarsito.
Wikipedia.com. 2011. Ensiklopidia Indonesia . http://www.jagungrebus.com.
Denpasar-Bali.
Wikipedia.com. 2012. Ensiklopidia Indonesia. http://www.jagungkumala.com