Rabu, 12 Februari 2014

KAJIAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PERMINTAAN JAGUNG KUMALA F1 DI DESA RHEE KECAMATAN RHEE KABUPATEN SUMBAWA



J U R N A L




Logo-log



Oleh
Qashiratuttarafi
C1G009102



FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013


STUDY OF CONSUMER BEHAVIORTOWERS F1 JADE CORN DEMAND IN THE VILLAGE DISTRICT RHEE RHEE SUMBAWA REGENCY




J O U R N A L




Logo-log



By :
Qashiratuttarafi
C1G009102



FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013


KAJIAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PERMINTAAN JAGUNG KUMALA F1 DI DESA RHEE KECAMATAN RHEE KABUPATEN SUMBAWA

Study Of Consumer Behaviortowers F1 Jade Corn Demand In The Village District Rhee Rhee Sumbawa Regency

QASHIRATUTTARAFI
Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UNRAM

ABSTRAK
Desa Rhee mempunyai tempat khas kuliner jagung. Jagung yang dijual merupakan varietas baru yaitu varietas jagung pulut kumala F1 dari hasil persilangan antara jagung manis dengan jagung ketan. Demikian, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Besar permintaan jagung kumala F1 dalam satu tahun. 2). Animo pembelian konsumen. 3). Perilaku pembelian konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa, dengan metode deskriptif dan teknik survey yaitu mewawancarai 30 pedagang/produsen dan 30 konsumen dengan berpedoman pada quesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 1.036,8 ton jagung kumala F1 yang dibeli oleh konsumen dalam satu tahun. Permintaan tersebut membuktikan bahwa animo konsumen membeli jagung kumala F1 sangat tinggi. Pembelian jagung kumala F1 dipengaruhi oleh perilaku konsumen baik itu karakter pembeli maupun proses pengambilan keputusan pembeli sehingga konsumen merespon baik terhadap jagung kumala F1. Penyebab konsumen membeli jagung kumala F1 yaitu karena rasa jagung kumala F1 yang manis, gurih dan legit. Mengingat jumlah permintaan yang tinggi diharapkan kepada pedagang/produsen dan pemerintah  untuk tetap bekerjasama mengembangkan usaha jagung kumala F1 sebagai makanan khas kuliner, sehingga tetap mengharumkan nama Desa Rhee dan diharapkan kepada konsumen agar tetap mempertahankan tradisi makan jagung karena jagung bisa sebagai pengganti makanan pokok.

ABSTRACT
Rhee Village, in Sumbawa is the only one village in Indonesia that produces “kumala F1” corn. The corn has specific taste of mixt of sweet and sticky rice. This study investigated how consumes react to this product. Specific aims of this research are to find out amount of demand, consumers interest and consumers behavior in relation to the corn. The research was conducted in the Rhee Village, Sumbawa regency, with descriptive method and technique of the survey interview 30 traders / producers and 30 consumers based on the questionnaires. The results to showed that 1036.8 tonnes of F1corn purchased by consumers within one year. The demand proves that the interest of consumers, to buy maize F1corn is very high. Purchases F1 corn by  consumers is influenced by both the buyer and the character of the buyer decision process so that consumers respond well to F1 corn. Cause of the consumer to buy the corn was the corn taste. Given the high number of traders / farmers and the government are expeded to work together to develop the business as culinary specialties.






 


Kata Kunci: Perilaku Konsumen Dan Permintaan Jagung Kumala F1
Key Words:Consumer Behavior And Demand For Corn Jade F1
PENDAHULUAN
Kecamatan Rhee merupakan salah satu Kecamatan yang terkenal dengan potensi penghasilan jagung yang besar, sehingga di Kecamatan Rhee terdapat tempat khas kuliner jagung sebagai tempat persinggahan bagi masyarakat yang sedang berpergian jauh, Letaknya di Desa Rhee. Jagung yang ditanam berupa jagung dengan varietas unggul yaitu varietas jagung pulut kumala F1, dengan cita rasa perpaduan antara jagung manis dengan jagung ketan. Meningkatnya permintaan konsumen terhadap jagung kumala dapat dilihat dari kondisi lapak yang setiap tahunnya bertambah. Pada tahun 2009 hanya terdapat delapan lapak penjualan, namun di tahun 2013 tecatat sebanyak 67 lapak yang tersedia dipinggir jalan (Ibrahim, 2012).
Untuk mengetahui tingkat permintaan konsumen, pedagang jagung kumala F1 memerlukan informasi mengenai perilaku konsumen sehingga berpengaruh terhadap permintaan jagung kumala F1. Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Untuk mengetahui permintaan konsumen terhadap jagung kumala F1 dalam satu tahun ; (2). Untuk mengetahui besar animo konsumen terhadap permintaan jagung kumala F1 ; (3). Menggambarkan prilaku pembelian konsumen jagung kumala F1.

METODOLOGI PENELITIAN
            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu mengambarkan kondisi permintaan jagung kumala F1 serta menggambarkan prilaku konsumen yang membeli jagung kumala F1. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pedagang dan konsumen jagung kumala yang terdapat di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rhee tepatnya di Desa Rhee secara “purposive sampling” dengan pertimbangan di Desa tersebut terdapat usaha jagung kumala yang aktif dan merupakan satu-satunya sentra pengembangan usaha jagung pulut Kumala F1. Responden dalam penelitian ini terdiri atas pedagang/produsen dan konsumen jagung kumala. Penentuan jumlah responden pada tingkat pedagang/produsen penentuan responden secara “Quota Sampling”dengan 67 lapak penjualan yang terbagi menjadi 3 kelompok, dan masing-masing kelompok terpilih 10 responden yang dilakukan secara “Accidental Sampling” sebanyak 30 responden. Penentuan responden di tingkat konsumen secara “Accidental Sampling” yaitu dengan menelusuri konsumen  jagung kumala yang sudah tersedia atau yang paling dekat untuk dijadikan sampel sebanyak 30 responden. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang responden.
            Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif (data yang tidak berbentuk angka) dan data kuantitatif (data yang  berbentuk angka). Sedangkan sumber datanya terdiri dari dua sumber yaitu data primer (wawancara) dan data sekunder (data yang diperoleh dari instansi atau dinas yang terkait)
Variabel dan cara pengukuran dalam penelitian ini adalah meliputi :
    1.     Besar permintaan jagung kumala F1.
    2.     Animo atau minat  konsumen membeli jagung kumala F1.
    3.     Karakteristik konsumen jagung kumala F1 di desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa meliputi domisili, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan dan kendaraan yang digunakan konsumen saat  membeli jagung kumala F1.
    4.     Proses pengambilan keputusan konsumen yang diteliti yaitu sumber informasi, kebiasaan membeli, tujuan pembelian, siapa yang terlibat dalam pembelian, rutinitas pembelian, waktu pembelian, pendapat mengenai harga dan prefrensi konsumen terhadap pengalaman mengkonsumsi jagung.
    5.     Respond konsumen setelah membeli yang diteliti yaitu tingkat kepuasan konsumen, pendapat terhadap rasa jagung kumala, pendapat mengenai harga, respons kenaikan harga 10%, prefrensi konsumen terhadap pengalaman mengkonsumsi jagung dan respons terhadap penyebaran informasi
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik survei dengan menggunakan daftar pertanyaan dan melakukan semi eksperimen untuk mendapatkan data animo pembelian konsumen. Untuk menggambarkan perilaku konsumen jagung kumala F1 dan besar kuantitas jagung kumala F1 yang diminta dianalisis secara deskriptif. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah software MS Excell (MS Office 2007).
Untuk mengetahui permintaan jagung kumala F1 digunakan analisis deskriptif, yaitu melakukan pendekatan kepada pedagang/produsen dengan tujuan untuk mengetahui jumlah penawaran jagung kumala F1 yang dijual dan sisa jagung yang tidak laku terjual dalam satu minggu berdasarkan kuesioner. Hasil yang didapatkan, kemudian dimasukkan kedalam tabulasi untuk memperoleh jumlah permintaan jagung kumala F1. Dari hasil tabulasi permintaan, dapat digolongkan jumlah penawaran (S) dan permintaan (D) dari masing-masing pedagang/produsen yang bertujuan untuk mendapatkan animo pembelian konsumen. Selain itu, untuk menggambarkan animo pembelian konsumen juga dilakukan eksperimen sederhana dengan cara menjadikan satu lapak sebagai lapak percobaan untuk menjual jagung kumala F1 dalam satu hari, tepatnya dihari minggu.
Analisis deskriptif juga digunakan untuk mengambarkan perilaku konsumen yang membeli jagung kumala F1 berdasarkan kuesioner. Perilaku konsumen dalam penelitian ini yaitu menggambarkan karakter konsumen yang membeli jagung kumala F1 dan menjelaskan bagaimana pola tingkah laku sebelum dan sesudah konsumen membeli jagung kumala F1. Setelah mengetahui perilaku konsumen berdasarkan kuesioner kemudian dimasukkan kedalam tabulasi, sehingga didapatkan persentase (%) konsumen yang dominan membeli jagung kumala F1 dan faktor penyebab konsumen membeli jagung kumala F1 sehingga berpengaruh terhadap permintaan jagung kumala F1.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi Kawasan Daerah Penelitian
Daerah penelitian mengenai kajian prilaku konsumen terhadap permintaan jagung kumala F1 bertempat di desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa, lokasi penelitian berada dipinggir jalan nasional jurusan Mataram-Sumbawa. penelitian ini dilakukan karena di desa Rhee merupakan satu-satunya sentra penjualan  jagung kumala F1. Di desa Rhee, sudah memiliki sistim agribisnis terpadu mulai dari pengadaan bibit dari perusahaan, kelompok tani yang berperan sebagai penanam jagung kumala F1 dan kelompok dagang sebagai pelaku pemasaran.  Sistem agribisnis terpadu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, sehingga didapatkan kesepakatan mengenai harga jagung kumala F1. Harga jual jagung kumala F1 ditingkat petani sebesar 200.000/karung, dalam satu karung terdapat 300 tongkol jagung dengan berat pertongkolnya sebesar 250-300g, sedangkan harga jual jagung kumala F1 ditingkat pedagang/produsen atau harga beli konsumen sebesar 1250/tongkol. Jagung kumala F1 diproduksi sepanjang tahun, panen jagung kumala F1 dalam setahun bisa mencapai 6 kali panen dengan umur jagung berkisar 60-65 hari atau dua bulan sekali sudah dapat dipanen, disebabkan jagung kumala F1 dipanen masih muda dengan rasa manis yang mampu bertahan hingga tiga hari. Pedagang jagung kumala F1 menjual jagung kumala F1 dilapak-lapak yang sudah tersedia. Jagung kumala F1 dijual dalam bentuk direbus, sehingga konsumen dapat langsung menikmati jagung kumala F1.
Karakteristik Responden
Tabel 1. Karakteristik Pedagang/produsen Dan Konsumen Jagung Kumala F1 Di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013
No
Pedagang/Produsen
Konsumen
Uraian
Responden (30)
Persentase (%)
Uraian
Responden (30)
Persentase (%)
1
Alamat


Alamat Asal


Rhee Gedong
6,00
20,00
Kecamatan Rhee
2
6,67
Rhee Beru
24,00
80,00
Luar Kecamatan Rhee
28
93,33
Poto Pedu
0,00
0,00



2
Jenis Kelamin


Jenis Kelamin


Laki-Laki
30,00
100,00
Laki-Laki
21
70,00
Perempuan
0,00
0,00
Perempuan
9
30,00
3
Usia


Usia


16-25
2,00
6,67
> 10
0
0,00
26-35
11,00
36,70
11─24
3
10,00
36-45
13,00
43,30
25─49
25
83,33
46-55
3,00
10,00
< 50
2
6,67
56-65
1,00
3,33



4
Tingkat Pendidikan


Tingkat Pendidikan


TS
1,00
3,33
TSD
2,00
6,67
TSD
15,00
50,00
TSMP
2,00
6,67
TTSD
4,00
13,33
TSMU
15,00
50,00
TSMP
7,00
23,33
DIPLOMA
1,00
3,33
TTSMP
1,00
3,33
S1
10,00
33,33
TSMU
1,00
3,33



TTSMU
1,00
3,33



5
Status Pekerjaan


Status Pekerjaan


Pedagang Jagung Kumala
30,00
100,00
Pedagang
0,00
0,00
Petani
0,00
0,00
Petani
2,00
6,67
Buruh Tani
0,00
0,00
Pegawai
9,00
30,00



Guru
6,00
20,00



Dosen
0,00
0,00



Wiraswasta
7,00
23,33



Lain-Lain
6,00
20,00
6
Jumlah Tanggungan


Pendapatan


(0-2)
11,00
36,67
> 1 Juta Rupiah
3,00
10,00
(3-4)
15,00
50,00
1-3 Juta Rupiah
16,00
53,33
(>5)
4,00
13,33
< 3 Juta Rupiah
9,00
30,00



Tidak Ada
2,00
7,00
7
Pengalaman Berusaha


Kendaraan Yang Digunakan


2009
5,00
16,67
Jalan Kaki
0,00
0,00
2010
6,00
20,00
Motor
27,00
90,00
2011
8,00
26,67
Mobil
3,00
10,00
2012
8,00
26,67
Bus
0,00
0,00
2013
3,00
10,00






Permintaan Jagung Kumala F1
Tabel 2.Permintaan Jagung Kumala F1 Dalam Satu Minggu di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
Responden
Kelompok
1 (Karung)
2 (Karung)
3 (Karung)
1
9
3½
33
2
4
7½
4
3
7
26
4
4
16
4
11
5
7
4
3½
6
11
11
9
7
4
3½
4
8
4
4
9
9
4
8
9
10
4
8
4
Total Permintaan
70
79½
90½
Total Permintaan Perminggu
240
Sumber : Data Primer Diolah
Dari tabel 2, didapatkan besar permintaan jagung kumala selama satu minggu sebanyak 240 karung atau sebanyak 72.000 tongkol jagung kumala F1 atau sebesar 21.600.000 gram atau sebanyak 21.600 kg (21,6 ton)  perminggu. Sesuai dengan kesepakatan bersama dalam satu karung berisi 300 tongkol jagung kumala F1 dengan berat 250-300 gram. Untuk mengetahui rata-rata permintaan selengkapnya terdapat pada tabel 3 :
Tabel 3. Rata-Rata Permintaan Jagung Kumala di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
Waktu
Permintaan (Karung)
Rata-Rata Permintaan Perpedagang (Karung)
Perminggu
240
8
Perbulan
960
32
Pertahun
11.520
384
Sumber : Data Primer Diolah
Tabel 3 menjelaskan bahwa kebutuhan konsumen terhadap jagung kumala F1 selama satu tahun berkisar antara 11.520 karung sebanyak 3.456.000 tongkol atau sebesar 1.036,8 ton jagung kumala F1 setiap tahunnya dengan rata-rata permintaan konsumen di setiap pedagang/produsen jagung kumala F1 berkisar 384 karung sebanyak 115.200 tongkol atau sebesar 34,56 ton pedagang/produsen mampu menjual jagung kumala F1 setiap tahunnya.
Animo
Untuk mengetahui besar minat konsumen membeli jagung kumala F1 didapatkan data mengenai kuantitas yang ditawarkan oleh pedagang/produsen dan kuantitas yang diminta oleh konsumen. Terhitung keseluruhannya dalam satu minggu dengan satuan karung. Untuk mengetahui besar minat pembelian konsumen terhadap jagung kumala F1 perminggunya dapat dilihat dari data pada tabel 4 :


Tabel 4. Permintaan, Penawaran dan Animo Pembelian Jagung Kumala F1 Di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
No
Penawaran (S)
Permintaan (D)
Animo (D/S)
1
9
9
1
2
5,5
4
0,72
3
7
7
1
4
16
16
1
5
7
7
1
6
12,5
11
0,88
7
5,5
4
0,72
8
5,5
4
0,72
9
5,5
4
0,72
10
5,5
4
0,72
11
5
3,5
0,7
12
7,5
7,5
1
13
26
26
1
14
5,5
4
0,72
15
5,5
4
0,72
16
12,5
11
0,88
17
3,5
3,5
1
18
5,5
4
0,72
19
8
8
1
20
8
8
1
21
33
33
1
22
5,5
4
0,72
23
5,5
4
0,72
24
12,5
11
0,88
25
3,5
3,5
1
26
9
9
1
27
5,5
4
0,72
28
9
9
1
29
9
9
1
30
4
4
1
Total
262.5
240
26,34
           
Dari tabel 4, didapatkan hasil mengenai minat konsumen terhadap pembelian jagung kumala F1 sangat tinggi (D/S < 1) sebesar 26,34. Untuk mengetahui lapak yang diminati oleh konsumen sebagai tempat pembelian jagung kumala F1 dapat dilihat dari persentase (%) lapak yang sering dikunjungi. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5 :

Tabel 5. Animo dan Persentase Lapak Penjualan yang Sering Dikunjungi di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
Animo
Pedagang/produsen
%
<1
0
0,00
=1
15
50,00
>1
15
50,00
X
30
100
Sumber : Data Primer Diolah






Tabel 5 menjelaskan mengenai besarnya minat konsumen membeli jagung kumala F1 terdapat pada lapak-lapak pembelian setiap minggunya. Tabel diatas menyatakan bahwa minat konsumen membeli jagung kumala pada 15 lapak kurang diminati (D/S > 1) sebesar 50,00 %. Kejadian ini menunjukkan minimnya minat konsumen membeli jagung kumala F1 pada 15 lapak yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti penempatan lokasi, kebersihan lingkungan, dan faktor lain yang dapat membuat konsumen merasa enggan membeli jagung kumala F1 di lapak tersebut. 50,00 % menyatakan bahwa konsumen stabil atau tetap membeli jagung kumala F1 di 15 lapak penjualan (D/S = 1) dan tidak terdapat lapak yang sangat diminati oleh konsumen sebagai tempat pembelian. Animo pembelian konsumen juga dapat dilihat dari minat pembelian dihari minggu. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 6 :
Tabel 6. Animo Pembelian Konsumen Pada Hari Minggu Di Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Tahun 2013.
Jam
Penawaran Jagung Kumala (Tongkol)
Permintaan jagung kumala  (Tongkol)
Harga Pembelian
Tempat Konsumsi
Bentuk Pembelian
Kendaraan
Keterangan
Bungkus
Makan Dilapak
Mateng
Mentah
09,00
450
8
10000


Motor

09,15
442
8
10000


Mobil

10,15
434
8
10000


Motor

10,10
426
48
60000


Bus
Pelanggan Tetap
10,23
378
8
10000


Motor

11,10
370
8
10000


Bus
Pelanggan Tetap
11,10
362
8
10000


Mobil

12,01
354
8
10000


Motor

12,35
346
22
25000


Carry
Pelanggan Tetap
13,15
324
13
15000


Motor

13,25
311
16
20000


Mobil
Pelanggan Tetap
14,05
295
25
30000


Jalan Kaki

14,20
270
8
10000


Jalan Kaki

14,20
262
16
20000


Motor

14,45
246
16
20000


Motor

15,00
230
35
40000


Bus
Pelanggan Tetap
15,00
195
10
_


Bus
Sopir Bus
15,00
185
25
30000


Mobil
Pelanggan Tetap
15,30
160
9
10000


Carry

15,42
151
25
30000


Mobil

15,42
126
8
10000


Motor

16,00
118
16
20000


Mobil

16,10
102
32
40000


Motor

16,16
70
4
5000


Motor

16,35
66
8
10000


Motor

17,00
58
40
500000


Bus
Pelanggan Tetap
17,00
18
10
_


Bus
Sopir Bus
17,25
8
8
10000


Motor

Jumlah

450
975000

3

2


17,30
150
4
5000


Motor

17,45
146
8
10000


Motor

18,05
138
8
10000


Motor

18,15
130
8
10000


Motor

18,15
122
12
15000


Truk
Pelanggan Tetap
18,42
110
22
25000


Motor

19,30
88
8
10000


Motor

19,30
80
8
10000


Mobil

19,30
72
12
15000


Motor

19,52
60
8
10000


Motor

20,15
52
16
20000


Motor

20,15
36
20
25000


Mobil

20,25
16
8
10000


Motor

20,25
8
8
10000


Motor

Jumlah Tambahan

150
185000
14
0
13
1













Dari hasil ekperimen diatas mengambarkan tingginya animo masyarakat diperoleh dari kelebihan permintaan sebesar ½ karung atau sebanyak 150 tongkol habis terjual dengan besar animo pembelian konsumen terbukti sebesar 1,33 (D/S > 1) yang didapatkan dari perbandingan permintaan (D) sebanyak 2 karung (600 tongkol) dengan penawaran (S) sebanyak 1½ karung (150 tongkol). Semakin tinggi animo pembelian konsumen seperti yang terjadi di hari minggu, maka akan semakin banyak konsumen yang menetukan prilaku untuk membeli jagung kumala F1 sehingga peluang permintaan terhadap jagung kumala F1 akan semakin meningkat.
Perilaku Konsumen
Untuk mengetahui perilaku konsumen yang membeli jagung kumala F1 dapat dilihat pada proses pengambilan keputusan konsumen.
Proses Pengambilan Keputusan
Rata-rata konsumen memperoleh informasi mengenai penjualan jagung kumala berasal dari teman sebanyak 15 orang (50,00%), kebetulan lewat 10 orang (33,33%), keluarga 3 orang (10,00%) dan dari pedagang 2 orang (6,67%). Rata- rata konsumen mendapatkan informasi mengenai jagung kumala berasal dari teman-teman mereka yang sudah pernah membeli jagung kumala F1 didesa Rhee Kecamatan Rhee.
Kebiasaan konsumen membeli jagung kumala F1 menyatakan tergantung dari situasi dengan jumlah responden sebanyak 13 orang (43,33%), ada juga yang mendadak membeli sebanyak 8 orang (43,33%), selain itu yang merencanakannya terlebih dahulu sebelum melewati desa Rhee sebanyak 7 orang (23,33%) dan terdapat 2 orang (6,66%) konsumen yang baru membeli atau baru mengkonsumsi jagung kumala F1.
Faktor pengaruh merupakan tujuan konsumen membeli jagung kumala F1 dikarenakan oleh rasa jagung kumala F1 sebanyak 22 orang (76,67%), selanjutnya konsumen menyatakan sebagai tempat istirahat, kebetulan lapar,  dan sebagai oleh-oleh sebanyak 5 orang (16,67%). sedangkan yang membeli jagung kumala F1 karena faktor kualitas, hanya 1 orang saja (3,33%) dan 2 konsumen lainnya (6,67%) baru mencoba membeli jagung kumala.
Rata-rata konsumen jagung kumala F1 membeli jagung kumala menyatakan berasal dari inisiatif sendiri sebanyak 25 orang (83,33%), selain itu 3 diantaranya dikarenakan oleh keluarga sebanyak 3 orang (10,00%) sedangkan yang menyatakan pedagang dan teman sebagai orang yang mempengaruhi konsumen dalam membeli jagung kumala terdapat 2 orang responden (6,67%).
Rutinitas konsumen membeli jagung kumala F1 dilihat dari keseringan membeli jagung kumala F1, rata-rata konsumen memang sering membeli jagung kumala F1 dengan persentase tertinggi jumlah responden yang sering membeli jagung kumala F1 sebanyak 22 orang (73,33%), jarang membeli sebanyak 4 orang (13,33%) dan 4 orang diantaranya yaitu 2 orang tetap membeli, 2 orang baru membeli jagung kumala F1 masing-masing sebesar 6,67%.
Waktu membeli juga merupakan prilaku konsumen yang menentukan permintaan. Rata-rata konsumen menyatakan membeli jagung kumala setiap singgah di Desa Rhee sebanyak 20 orang (66,67%), 6 orang menyatakan membeli setiap minggu (20,00%), dan 4 orang diantaranya 2 orang membeli setiap bulan dan 2 orang baru membeli dengan persentase waktu membeli sebesar 6,67%.

Respon Konsumen Setelah Membeli
Pendapat konsumen terhadap tingkat kepuasan mengkonsumsi jagung kumala F1 baik itu dalam segi rasa, besar tongkol, kelegitan dan lain-lain. Dari 30 responden, konsumen berpendapat bahwa sebanyak 14 orang (46,67%) menyatakan puas, 10 orang (33,33%) menyatakan cukup puas dan 6 orang (20,00%) menyatakan bahwa responden sangat puas terhadap jagung kumala F1.
Pendapat konsumen mengenai rasa jagung kumala F1, rata-rata responden berpendapat bahwa rasa jagung kumala F1 enak. 18 orang (60,00%) menyatakan enak, yang berpendapat sangat enak sebanyak 8 orang (26,67%) dan yang berpendapat cukup enak sebanyak 4 orang (13,33%).
Pendapat konsumen mengenai harga jagung kumala F1 tergolong murah (terjangkau), sangat murah, mahal dan sangat mahal. 28 responden (93,33%) berpendapat bahwa harga jagung kumala F1 itu murah dikarenakan alasan mereka mengenai harga jagung kumala F1 terjangkau, namun 2 (6,67%) diantaranya berpendapat bahwa harga jagung kumala F1 itu mahal, disebabkan oleh perbandingan harga jagung kumala F1 dengan jagung lain yang sering dibeli oleh konsumen lebih murah.
Prefrensi konsumen terhadap pengalaman mengkonsumsi jagung merupakan pendapat konsumen mengenai jagung  yang sudah pernah dikonsumsi dan jagung mana yang dominan disukai oleh responden. 26 orang (86,67%) menyatakan bahwa konsumen menyukai jagung kumala F1 dan 4 orang lainnya (13,33%) cendrung menyukai jagung ketan.
Respons konsumen terhadap kenaikan harga jagung kumala F1 dimisalkan kenaikan harga sebesar10% berpengaruh terhadap permintaan jagung kumala F1. 24 orang diantaranya 12 orang (40,00%) menyatakan bahwa responden tetap membeli jagung kumala dan 12 orang (40,00%) menyatakan tetap berminat untuk membeli, 4 orang (13,33%) menyatakan kurang berminat membeli jagung kumala F1, 1 orang (3,33%) menyata sangat berminat dan 1 orang (3,33%) menyatakan kurang berminat membeli jagung kumala. Rata-rata konsumen menanggapi biasa saja jika terjadi perubahan harga jagung kumala F1, dengan alasan harga jagung kumala F1 masih bisa terjangkau untuk dibeli.
Respond konsumen terhadap penyebaran informasi dalam menanggapi keberadaan jagung kumala F1 di desa Rhee Kecamatan Rhee sangat berpengaruh terhadap permintaan jagung kumala F1, semakin luasnya penyebaran informasi maka kemungkinan terjadinya permintaan akan semakin besar. Rata- rata konsumen memilih untuk merekomendasikan jagung kumala kepada kerabat dan keluarga mereka. 23 orang (76,67%) mau merekomendasikan keberadaan jagung kumala F1, 4 orang (13,33%) hanya diam saja dikarenakan konsumen berpendapat bahwa sudah banyak orang yang tau mengenai jagung kumala F1 dan 3 orang (10,00%) menyatakan bahwa responden sangat merekomendasikan keberadaan jagung kumala F1 di desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa. Semakin banyak konsumen yang merekomendasikan informasi mengenai jagung kumala F1, maka peluang permintaan konsumen terhadap jagung kumala F1 akan semakin besar.

KISIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Terbatas pada ruang lingkup penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
      1.            Permintaan jagung kumala F1 dalam satu tahun adalah 1.036,8 ton, dengan permintaan pada setiap pedagang sebesar 34,56 ton.
      2.            Animo pembelian atau minat konsumen membeli jagung kumala F1 sangat tinggi (D/S = 2,37).
      3.            Konsumen sangat menyukai jagung kumala F1, terutama karena rasa yang manis, legit dan gurih. Faktor selera ini sangat dominan sehingga pengaruh harga tertutupi. Konsumen memperoleh informasi dari konsumen sebelumnya. Konsumen baru mendapat informasi yang menimbulkan permintaan baru.
Saran
Saran dalam penelitian ini adalah :
1.      Diharapkan kepada pedagang/produsen agar mampu mempertahankan mutu dan kualitas jagung kumala F1 sehingga tetap menjadikan jagung kumala F1 sebagai makanan khas kuliner dan terus melakukan pembinaan demi kemajuan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat kawasan Desa Rhee Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa.
2.      Diharapkan kepada konsumen jagung kumala F1 agar tetap mempertahankan tradisi makan jagung karena jagung bisa sebagai pengganti makanan pokok (diversifikasi makanan) disamping baik untuk kesehatan jagung juga mengandung karbohidrat dan vitamin-vitamin yang diperlukan oleh tubuh.
3.      Diharapkan kepada pemerintah/instansi terkait agar memberikan dukungan persediaan dan perbaikan lapak bagi pedagang jagung kumala F1 agar pedagang mampu bertahan dalam mengelola lapak sebagai tempat sajian kuliner khas Kecamatan Rhee.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Menyadari Arti Pentingnya Pembangunan. Bappdanews. NTB.
Anonim, 2011. Buku Pijar Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mataram.
Bangun, Wilson. 2010. Teori Ekonomi Mikro. Bandung. PT Refika Aditama
Bina UKM. 2010. Pemanfaatan Jagung Dalam Usaha Budidaya Jagung. http://Binaukm.com/2010/06/09.
BPS Provinsi NTB. 2009. Produksi Jagung di Nusa Tenggara Barat Tahun 2005-2009. Mataram.
Budhi, S. K. M. 2009. Teori Ekonomi Mikro. Udayana University Press.
Damarji, D. 2008. Roadmap Menuju Komoditas Pangan Bernilai Tambah. Papas Sinar Sinanti. Jakarta.
Departemen Pertanian Republic Indonesia tahun 2008. Kebijakan Pengembangan Pangan Local Dan Makanan Tradisional Khas Nusantara. Semarang.
Engel, J.F. R.D.Blackwell, dan P.W. Miniard, 1994. Perilaku Konsumen.  Jakarta. Binarupa Aksara.
Hamidah, 2004. Perilaku Konsumen Dan Tindakan Pemasaran. Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatra Utara. Medan.
Kotler, P. 1993. Manajemen Pemasaran. Translation Of Marketing Management Analysis, Planning, Implematation, And Control. Sevent Edition. Prentice Hall International Inc. Penerbit: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Jakarta.
Lipsey, G. R, dan P.O. Stainer. 1990. Pengantar Ilmu Ekonomi. Bina Aksara. Jakarta.
Mangkunegara, A. A. 2002. Perilaku Konsumen. Edisi Revisi. PT. Refika Editama. Bandung
Riyanto, Yatim. 1996, Metode Penelitian Experiment. PT Refika Aditama. Bandung
Simanjuntak, PJ., 1985. Pengantar Ekonomi dan Sumber Daya Manusia. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. UI. Jakarta. 135 h.
Soekartawi, 1988. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. UI Press. Jakarta.
Soetomo, 2006. Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Pustaka pelajar Yogyakarta.
Soeparmo. 1990. Pengantar Ekonomi Mikro. Cempaka Press. Jakarta
Surakhmad, W., (1982). Pengantar Penelitian Ilmia : Dasar, Metode, Teknik. Bandung:   Tarsito.
Wikipedia.com. 2011. Ensiklopidia Indonesia . http://www.jagungrebus.com. Denpasar-Bali.
Wikipedia.com. 2012. Ensiklopidia Indonesia. http://www.jagungkumala.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar