Kamis, 24 Mei 2012

Memahami Fakultas Pertanian

Mengingat kesan lama mengenai fakultas pertanian seakan-akan bergelut dengan petani yang selalu identik dengan tanah,lumpur, miskin serta kotor. inilah satu hal yang menjadi faktor utama saya untuk tidak kuliah di fakultas pertanian. namun dengan adanya dorongan serta semangat dari ayah tercinta, hal yg tidak mungkin itu menjadi mungkin, meski itu dengan situasi terpaksa. namun seiring berjalannya waktu....... keadaan mulai berubah,memang suatu keterpaksaan bisa membawa berkah. setelah saya memasuki satu persatu pintu gerbang, suasana berbeda menyelimuti diri saya, ada hawa yang mungkin belum pernah terasa sepanjang hidup. seakan-akan ada udara merasuk kedalam tubuh dan membisikkan bahwa saya akan bertahan dengan kenyamanan fakultas ini. udara yang begitu sejuk dengan berbagai pohon yang ditanami entah itu pohon apa namanya. serasa berada di benua eropa saja. 

setelah menjalani hari-hari di fakultas pertanian, sungguh ajaib, hanya dalam hitungan hari arah berfikir saya berubah, seakan-akan terhipnotis dengan alam. dosen serta teman-teman memberi satu motivasi yang mungkin tidak akan pernah ada dalam benak saya. kata pertama PERESIDENPUN TIDAK AKAN HIDUP TANPAK PETANI, SEBAB ITU HARGAILAH PETANI. KALIAN SEMUA KULIAH BUKAN UNTUK DI DIDIK MENJADI PETANI, TETAPI DI DIDIK MENJADI PETANI YANG INTELEKTUAL. dari kata-kata itu saya hanya bisa menundukkan wajah, dengan kebesaran hati, hati kecilku menjunjung pekerti mulia seorang petani yang selalu berusaha untuk mendapatkan sebulir padi setiap harinya. dan dari hal itulah yang membuat semangatku semakin besar untuk melanjutkan mencapai gelar SP (Sarjana Pertanian) S1 Universitas Mataram NTB.

semoga blog saya ini bisa menjadi bahan motivasi kalian semua dan tidak mengecilkan nama Fakultas Pertanian, trutama untuk adik-adik SMA yang mau melanjuti kuliah. sesungguhnya menyatu dengan alam itu mudah selagi kita mampu mendekatkan diri pada alam kita. belajarlah untuk memahami kehiduoan dengan menghargai alam, penggunaan sumberdaya alam juga musti dipertimbangkan, sebab kerusakan alam tersebut karena ulah manusia yang tidak dapat  mempergunakan sumberdaya dengan sebaik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar